Pada Sabtu malam tanggal 27 Desember 2019 aku tiba-tiba di whatsapp oleh salah satu teman SMP ku yang bernama Diqi. Dia mengajakku untuk jogging pada hari minggu pagi. Tanpa pikir panjang aku pun langsung menerimanya, lagian aku juga sudah lama tidak bertemu dengan teman seperjuanganku itu.
Pada Minggu pagi kami memutuskan untuk berkumpul di kebon raja. Kebon Raja adalah nama dari sebuah taman yang cukup terkenal atau ramai di kotaku. Aku berangkat ke tempat itu pukul enam pagi dan karena aku datang lebih awal jadinya aku harus menunggu, dan setelah lima menit si Diqi akhirnya menunjukkan dirinya. Setelah saling menyapa kami pun akhirnya memutuskan untuk memulai jogging sambil bercerita tentang sekolah masing – masing.
Tak terasa 1 jam pun berlalu, kami memutuskan untuk membeli sarapan yang ada di sekitar kebon raja. Kami pun akhirnya mencari makanan apa yang cocok buat kami makan di pagi hari itu, tapi karena di kebon raja banyak sekali orang yang menjual nasi pecel kami pun tidak punya pilihan lain selain sarapan dengan menu nasi pecel.
Setalah makan Diqi menanyaiku tentang rencana teman teman sekelas lainnya untuk mendaki. Karena aku tidak terlalu ingin pergi mendaki aku bilang ke Diqi bahwa aku tidak iku, tapi karena aku sudah tidak bertemu dengan teman teman sekelasku dulu aku pun memutuskan untuk ikut kumpul saja. Aku dan Diqi pun akhirnya ikut kumpul bersama teman teman yang lain di lapangan SMA tiga yang tidak jauh dari kebon raja, sampai disana aku langsung disambut oleh beberapa pertanyaan dari mereka mulai dari kapan pulang, gimana pelajaran disana, dll.
Saat mereka akan berangkat mereka mencoba untuk mengajak aku dan Diqi untuk ikut. Awalnya kami menolak tapi karena mereka terlalu memaksa jadinya kami setuju untuk ikut. Kami akhirnya memutuskan berangkat pada pukul 9 pagi, rombongan kami terdiri dari 12 orang terdiri dari Aldi, Gressi, Nilam, Denis, Faza, Adit, Diqi, Fatih, Saluh, Nella, Taufik, dan Aku sendiri. Di saat perjalanan aku sempat bertanya ke Fatih mengenai tujuan kami. Fatih bilang kita akan mendaki Watu Jengger. Watu jengger sendiri kalau aku tidak lupa tidak terlalu tinggi dan puncak hanya berjarak 2km dan memakan waktu paling cepat 1 jam (itu pun tanpah istirahat).
Pada saat ditengah perjalanan ada sedikit kendala, gressi secara mendadak di telefon oleh orang tuanya dan katanya dia akan diajak family time dan orang tuanya sedang di jalan untuk menjemputnya, sehingga kami pun berhenti sebentar dan menunggu orang tua Gressi itu datang. Tapi pada akhirnya kami memutuskan untuk memecah menjadi dua kelompok, karena Faza, Adit, dan Saluh ingin segera sampai di Watu Jengger. Aku, Fatih, Denis , dan Diqi ikut ke dalam kelompoknya Faza. Kami bertujuh pun akhirnya memulai kembali perjalanan denga meninggalkan 4 teman kami yang lainnya. Tempat pukul setengah dua belas rombonganku pun akhirnya sampai di Wate Jengger dan karena sudah masuk waktu sholat Dhuhur kami akhirnya memutuskan untuk sholat dulu di mushola sekitar.
Sambil menunggu rombongan Aldi kami menghabiskan waktu dengan bercerita tentang sekolah masing masing sambil sedik bergurau. Setelah menunggu selama satu setengah jam akhirnya Aldi dan tiga temanku lainnya pun sampai. Kami pun akhirnya mulai mendaki, tapi karena jarang dari desa menuju post penjaga cukup jauh salah Nilam mulai mengeluh bahwa ia tidak mungkin kuat untuk mendaki, Aldi pun membujuk si Nilam. Hingga akhirnya pendakian tersebut terbagi menjadi 3 tim, Aldi bersma dengan Taufik dan Nella berjalan di belakang bersama Nilam. Aku, Denis, Saluh, Fatih, dan Diqi berjalan di urutan nomor 2, sedangkan Faza dan Adit yang sangat antusias memutuskan untuk sampai terlebih dahulu dengan cara berlari mendahului timku.
Selagi mendaki kami berlima pun bergurau antara satu sama lain, tapi pada saat kami mencapai pos pertama kami menyadari kesalahan kami yang tidak membawa air minum ditambah tidak melakukan istirahat sedikit pun. Saat hampir mendekati puncak kami bertemu dengan Faza dan Adit yang tengah duduk melihat pemandangan, melihat mereka kami pun memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil sedikit memfoto pemandangan yang ada.
Setelah 5 menit beristirahat kami memutusakan untuk melanjutkan perjalanan. Kami bertuju pun berhasil mencapai puncak pada pukul dua siang, sambil menunggu timnya Aldi kami memutuskan untuk berfoto foto sebentar dan setelah sekitar 20 menit menunggu kami memutuskan untuk turun, karena kami pikir timnya Aldi tidak mungkin sampai menuju puncak. Tapi saat kami mulai berjalan tiba tiba Aldi menyuruh kami untuk putar balik. Dia bilang ingin foto foto dulu, kami pun akhirnya melanjutkan sesi foto foto sekitar 20 menit lagi.
Setelah puas berfoto foto kami pun akhirnya pun beneran turun, dan hal pertama yang kami cari adalah minuman karena satu satunya air minum yang di bawah Nilam terlah dia habiskan sendirian. Setelah menemukan sebuah warung di dekat pos penjaga kami pun menghabiskan sekitar 20 menit lainnya lagi untuk bersantai santai sebelum pulang. Pada saat perjalanan pulang kami melihat langit sudah mulai mendung, sehingga kami mempercepat kecepatan sepeda motor dan sampai di jombang sekitar pukul lima sore dan untungnya hujan datang pada malam hari sehingga kami terselamatkan dari yang namanya kehujanan.
Sesampainya dirumah aku disambut dengan beberapa pertanyaan dari kakek dan nenekku mengenai kamana saja aku seharian ini, maklum saat berangkat aku hanya bilang di ajak teman jalan jalan dan saat itu pun aku tidak tahu kalau mereka ingin mendaki, jadinya aku menceritakan semuanya kepada kakek dan nenekku. Pada hari itu aku dan sepuluh temanku yang lain merasa sangat senang karena bisa bertemu kembali sekaligus melakukan pendakian bersama sama.
– Fin